LATAR BELAKANG BERDIRINYA LEMBAGA PENCAK SILAT NU PAGAR NUSA.
Pencak silat dikalangan warga NU dalam perkembangannya mengalami pasang dan surut. Pada masa yang silam, pencak silat dikalangan warga NU mengalami masa yang gemilang, menyatu dengan kehidupan dan kegiatannya.
Bisa kita lihat beberapa hal. Antara lain sebagai berikut:
• Biasanya pondok pesantren adalah sebagai pusat kegiatannya pencak silat.Pondok pesantren sekaligus merupakan padepokan silat.
• Kyai, Ulama pimpinan pondok pesantren melengkapi dirinya dengan ilmu pencak silat. khususnya aspek tenaga dalam/karomah dan aspek beladiri.
• Kyai sekaligus menjadi pendekar dan bahkan menjadi pendekar bangsa. Ilmunya diajarkan kepada segenap santri dan disebar luaskan oleh santri santrinya.
Dalam perkembangannya sedikit-sedikit mengalami masa kepudarannya
Keadaan tersebut bisa kita gambarkan sebagai berikut:
• Banyak pondok pesantren yang tidak ada kaitan pencak silat, khususnya pencak silat dalam aspek olahraga dan seni budaya.
• Banyak generasi muda termasuk generasi NU dan santri - santri kurang berminat kepada pencak silat.
Pencak kurang mendapat perhatian.
• Berkembang secara sporadis, tidak ditata dan dikelola rapi. Beratus-ratus nama dan jenis perguruan, sifatnya hanya lokal dan kelompok, murid yang menganggap mampu mendirikan perguruan dengan nama yang berbeda. Dimana-mana tumbuh dan sebentar berikutnya dimana -mana mati dan tenggelam. Tidak ada persatuan, bahkan terjadi persaingan yang sehat walaupun kadang -kadang berasal satu guru.
Melihat kenyataan tersebut diatas, Ulama - Ulama pimpinan pondok pesantren, pendekar dan tokoh pencak silat berkumpul dan bermusyawarah.
Mereka terpanggil memenuhi kewajiban, untuk menggali, melestarikan dan mengembangkan pencak silat yang merupakan salah satu kekayaan budaya bangsa. Berdiri dibarisan IPSI sebagai induk organisasinya.
Mereka mengusulkon kopedo Nahdlatul Ulome untuk membentuk suatu wadah yang khusus mengurus don menangani ponesk silot.
Maka dibentuklah suatu wadah yaitu Lembaga Pencak Silat Nahdlatul Ulama (LPS NU) PAGAR NUSA.
1. Lembaga Pencak Silat NU berdiri pada tanggal 12 Muhorrom 1426 H, bertepatan dengan tanggal 27 September 1985 M. di Pondok Pesantren Tebu Ireng Jombang Jawa Timur.
Hal tersebut berdasar pertemuan pertama yang diadakan nya.
1. Meminta kepada PWNU Jawa Timur untuk mengirimkan utusan pada pertemuan berikutnya.
2. Pertemuan berikutnya dilaksanakan di pondok pesantren Lirboyo Kediri Jawa Timur pada tanggal 3 Januari 1986. Dihadiri oleh Tokoh silat dari
Pondok Pesantren Tebuireng Jombang.
Pondok Pesentron Lirboyo Kediri Tokoh Silat deri Nganjuk ,Tokoh Silat dari Ponorogo ,Tokoh Silat dari Pasuruan.
Sedangkan Utusan yang dikirim oloh PW NU Jawa Timur adalah:
I. Bapak K. Buchori Susanto salah satu Pengurus NU Jawa Timur.
II. Suharbillah dari Pondok Pesantren An-Najiyah Sidosermo Surabaya. Keputusan yang penting adalah
Terbentuknya susunan pengurus Ikatan Pencak Silat NU disingkat IPS NU.
Menugaskan kepada peserta untuk mengusulkan AD dan ART serta simbul IP NU untuk dibahas pada pertemuan berikutnya,.
3. Pertemuan III dilaksanakan di pondok Pesantren Tebuireng Jombong. Acara pokok membahas AD-ART dan synbul IPS NU. Hasilnya adalah:
a. Symbul bisa disetujui.
b. AD-ART belum bisa dibahas tuntas. untuk itu menugaskan kepada Suharbillah untuk menyelesaikan AD-ART IPS NU.
4. Pengurus yang telah terbentuk pada pertemuan di pondok pesantren Lirboyo Kediri tersebut, mengadakan audensi ke PW NU Jawa Timur, Pada tanggal 20 Maret 1986 di Aula kantor NU Jln. Raya Darmo 96 Surabaya.
PW NU diwakili oleh KH. Anas Thohir.
Masalah nama IPSI menyarankan jangan memakai nama langsung induk organisasi. Menanggapi hal tersebut KH. Anas Thohir mengusulkan nama PAGAR NUSA Lengkapnya IPS NU Pagar Nusa.
Nama tersebut ciptaan KH. Mujib Ridwan putra pencipta lambang Nahdlatul Ulama yaitu KH. Ridlwan Abdulloh dari Surabaya.
Akhirnya diputuskan menyerahkan kepada yang ahli nama yaitu Bapak KH. Mujib Ridwan. Diutuslah tiga orang yang menghadap KH. Mujib Ridlwan. Utusan tersebut adalah:
1. Drs. KH. Abdur Rohman Utsman - (Ketua II)
2. Suharbillah, SH, LT- (Ketua III)
3. Drs. Fu'ad Anwar -(Sekretaris)
Tiga orang tersebut mendapat tugas untuk mintak dicarikan kalau mungkin nama selain Pagar Nusa .
Hasilnya lewat proses yang panjang dengan istikhoroh sebagai berikut tidak ada nama yang paling tepat dan bagus selain Pagar Nusa.
5. Pada waktu peringatan harlah NU yang ke 62 yang diperingati oleh PW NU Jawa Timur pada: Tanggal 26 Maret 1986 bertempat di Khodijah Suroboyo Jawa Timur, nama Ikatan Pencak Silat NU (LPSNU) PAGAR NUSA di sahkan dan Susunan Pengurus yang telah terbentuk dilantik. Yang melantik adalah Bapak KH. Imron Hamzah PW NU Jawa-Timur.
Kiasan arti nama PAGAR NUSA adalah pagar Nusa NU dan Bangsa.
6. Untuk menyebar luaskan dan mengembangkan LPSNU Pagar Nusa, Pengurus melaksanakan tugasnya antara lain:
– Menyampaikan makalah dan AD-ART IPS NU Pagar Nusa kepada PWNU seluruh Indonesia pada acara Munas NU di Pondok Pesantren Ihya Ulumuddin Cilacap Jawa Tengah.
– Menyampaikan makalah AD-ART IPS NU Pagar Nusa pada acara Munas LP Ma'arif dan Perguruan Tinggi LP Ma'arif se Indonesia di Jakarta. Disampaikan kepada PW LP Ma'arif se Indonesia.
– Mengadakan silaturrohmi kepada tokoh, Ulama den pendekar ke- Jawa Tengah dan Jawa Barat.
– Pada Muktamar NU ke 28 yang diadakan di Pondok Pesantren Munawir Krapyak Jokjakarta, Ikatan Pencak Silat NU (IPS NU) Pagar Nusa dikelompokkan dalam kelembagaan NU. Sehingga nama lengkapnya adalah: LEMBAGA PENCAK SILAT NU (LPS NU) PAGAR NUSA.
Lampiran-lampiran:
1. Usulan dan hasil yang diputuskan simbul IPS NU.
2. AD-ART IPS NU PAGAR NUSA.
3. AD-ART LPS NU PAGAR NUSA.
4. Foto-foto Dokumentasi.

Ini nih baru sejarah yang benar,mantap min terima kasih informasinya semoga batara perkasa jaya
BalasHapus