---
Dalam Perguruan Bela Diri Batara Perkasa, kita telah mengenal adanya janji prasetya atau sumpah yang diikrarkan oleh para anggota. Prosesi ini bukan hanya simbol kehormatan, bukan pula sekadar tradisi seremonial yang kita lakukan dari waktu ke waktu.
Banyak yang mungkin belum memahami bahwa janji prasetya atau sumpah yang diucapkan seorang anggota merupakan komitmen besar, bukan hanya kepada perguruan—tetapi juga di hadapan Allah SWT. Dalam Islam, sumpah adalah perkara serius yang membawa konsekuensi akhlak, moral, dan tanggung jawab akhirat.
Karena itu, setiap anggota Batara Perkasa perlu memahami bahwa janji prasetya bukan permainan. Ia adalah amanah yang harus dijaga, ditepati, dan dihormati.
---
A. HAKIKAT JANJI PRASETYA DAN SUMPAH
Janji prasetya yang diucapkan seorang pesilat atau warga perguruan pada dasarnya adalah:
✔ Komitmen untuk menjaga kehormatan perguruan
✔ Kesanggupan menjalankan nilai-nilai kedisiplinan dan kejujuran
✔ Tanggung jawab menjaga nama baik pelatih, anggota, dan keluarga besar perguruan
✔ Niat untuk menjunjung tinggi adab, etika, dan persaudaraan
Namun ketika janji itu disebut sebagai sumpah, maka ia naik derajat menjadi perjanjian serius yang bernilai ibadah. Dan setiap amanah akan dimintai pertanggungjawabannya.
---
B. DALIL AL-QUR'AN TENTANG BERATNYA SUMPAH
1. Allah melarang menjadikan sumpah sebagai permainan
QS. An-Nahl: 94
لَا تَتَّخِذُوا أَيْمَانَكُمْ دَخَلًا بَيْنَكُمْ
"Dan janganlah kamu menjadikan sumpah-sumpahmu sebagai alat untuk memperdaya (atau mempermainkan) di antara kamu."
Ayat ini menjelaskan bahwa sumpah tidak boleh dianggap ringan, apalagi dijadikan rutinitas tanpa penghayatan.
---
2. Allah memerintahkan menjaga sumpah
QS. Al-Maidah: 89
وَاحْفَظُوا أَيْمَانَكُمْ
"Dan jagalah sumpah-sumpahmu."
Maknanya:
berpikirlah sebelum bersumpah,
jika sudah bersumpah, tepati,
jangan mengkhianati janji.
---
3. Setiap janji pasti ditanya di akhirat
QS. Al-Isra: 34
وَأَوْفُوا بِالْعَهْدِ ۖ إِنَّ الْعَهْدَ كَانَ مَسْئُولًا
"Tepatilah janji, karena janji itu pasti akan dimintai pertanggungjawabannya."
Janji prasetya perguruan pun termasuk dalam janji yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah.
---
C. HADIST NABI TENTANG JANJI DAN SUMPAH
1. Mengingkari sumpah termasuk sifat munafik
Rasulullah SAW bersabda:
“Tanda orang munafik ada tiga: apabila berbicara ia berdusta, apabila berjanji ia mengingkari, dan apabila diberi amanah ia berkhianat.”
(HR. Bukhari & Muslim)
Ini menunjukkan bahwa mengkhianati sumpah adalah perbuatan tercela dan sangat dibenci Allah.
---
2. Sumpah palsu adalah dosa besar
Rasulullah SAW bersabda:
“Sumpah ghamus (sumpah dusta) dapat menenggelamkan pelakunya dalam dosa besar.”
(HR. Bukhari)
Artinya: siapa pun yang mengucapkan sumpah tetapi kemudian melanggarnya dengan sengaja, telah memasuki wilayah dosa besar.
---
3. Sumpah tidak boleh sembarangan
Rasulullah SAW bersabda:
“Janganlah kalian banyak bersumpah, karena itu merusak keberkahan.”
(HR. Muslim – makna umum dari larangan).
Ini menjadi peringatan agar sumpah tidak sekadar formalitas.
---
D. JANJI PRASETYA DI PERGURUAN BATARA PERKASA ADALAH AMANAH
Dalam perguruan beladiri, sumpah memiliki fungsi penting:
✔ membentuk karakter ksatria,
✔ menanamkan disiplin,
✔ meneguhkan kesetiaan pada nilai kebaikan,
✔ mendidik anggota agar jujur, amanah, dan bertanggung jawab.
Namun bila sumpah ini diikrarkan tanpa kesadaran, atau dilanggar dengan sengaja, maka seseorang bukan hanya mengkhianati perguruan—tetapi juga mengkhianati janji di hadapan Allah.
Karena itu, setiap anggota Batara Perkasa harus memahami:
Sumpah perguruan bukan sekadar tradisi.
Sumpah perguruan adalah perjanjian moral dan spiritual.
---
E. BAHAYA MELANGGAR SUMPAH MENURUT ISLAM
1. Memicu murka Allah
Allah membenci orang yang mengkhianati sumpahnya.
2. Menghilangkan keberkahan hidup
Orang yang mengkhianati amanah tidak akan mendapatkan keberkahan pada latihan, rezeki, atau hubungan sosialnya.
3. Merusak kehormatan diri dan perguruan
Melanggar sumpah berarti mencoreng nama baik perguruan.
4. Termasuk ciri kemunafikan
Sebagaimana disebutkan dalam hadis Nabi.
---
F. SIKAP TERBAIK BAGI ANGGOTA BATARA PERKASA
Agar tidak terjerumus dalam dosa akibat sumpah, setiap anggota perguruan hendaknya:
✔ memahami dan menghayati isi sumpah
✔ menepati setiap janji dengan sungguh-sungguh
✔ menjaga sikap dan perilaku selama memakai nama perguruan
✔ tidak menggunakan nama perguruan untuk keburukan
✔ menahan diri dari tindakan yang memalukan perguruan
✔ menjadikan sumpah sebagai dorongan untuk terus berakhlak mulia
Dengan begitu, sumpah yang diikrarkan menjadi sumber kekuatan moral, bukan beban atau sekadar upacara.
---
7. PENUTUP
Janji Prasetya atau sumpah dalam Perguruan Batara Perkasa adalah amanah yang besar. Ia bukan slogan, bukan seremonial, bukan hiasan acara. Setiap kata dalam sumpah itu direkam oleh Allah, dan setiap anggota akan ditanya tentangnya.
Karena itu:
Jangan bermain-main dengan sumpah.
Jangan mengucapkannya tanpa hati.
Dan jika sudah bersumpah, jagalah ia sebaik-baiknya.
Semoga Allah menjadikan setiap anggota Batara Perkasa sebagai ksatria sejati yang jujur, amanah, berdisiplin, dan selalu menjunjung tinggi kehormatan perguruan.
---
Komentar
Posting Komentar