Langsung ke konten utama

JEJAK PERSAUDARAAN BATARA PERKASA DAN NUR HARIAS


Kisah Pak Jarkoni yang Menjaga Sejarah

Hubungan antara Batara Perkasa dan Nur Harias memiliki sejarah panjang yang dibangun atas dasar persaudaraan, saling menghormati, dan kecintaan terhadap dunia pencak silat. Salah satu tokoh yang menjadi saksi sekaligus pelaku perjalanan sejarah tersebut adalah Bapak Jarkoni.

Berdasarkan keterangan yang disampaikan Bapak Sutrisno (Red Belt Batara), Bapak Jarkoni merupakan sesepuh Batara Perkasa sekaligus murid dari Mbah Nur Azis. Beliau dikenal sebagai atlet berprestasi yang berhasil meraih medali emas pada PON 1985 serta menyandang gelar Juara Dunia Pencak Silat pada tahun 1991.

Sebelum mengikuti PON, Bapak Jarkoni bersama Bapak Atthailah Nur Harias menemui Mbah Nur Azis untuk meminta izin agar dapat bertanding mewakili Nur Harias. Saat itu, Bapak Jarkoni sedang menempuh pendidikan di IKIP yang kini menjadi Universitas Negeri Surabaya (UNESA). Melihat potensi besar yang dimiliki, Bapak Atthailah merekrut beliau untuk bergabung bersama Nur Harias. Dengan penuh kebijaksanaan, Mbah Nur Azis memberikan restu dan izin tersebut.

Sejak saat itulah hubungan antara Batara Perkasa dan Nur Harias semakin erat, layaknya saudara yang saling mendukung dan menghormati. Bahkan, Bapak Jarkoni juga turut diundang dalam musyawarah pembentukan IPSNU yang kini dikenal sebagai PSNU Pagar Nusa, menjadi bagian dari perjalanan sejarah perkembangan pencak silat di lingkungan Nahdlatul Ulama.

Momentum bersejarah tersebut kembali diceritakan oleh Bapak Jarkoni saat memberikan sambutan pada Musyawarah Nasional (Munas) Nur Harias yang berlangsung pada tanggal 11 Juli 2026 di Surabaya. Dalam sambutannya, beliau banyak mengisahkan perjalanan Batara Perkasa serta menegaskan bahwa dirinya berasal dari Batara Perkasa. Atas izin dan restu dari kedua guru besar (Gubes), beliau kemudian menjadi bagian dari keluarga besar Nur Harias tanpa pernah menghilangkan atau melupakan sejarah serta jati dirinya sebagai bagian dari Batara Perkasa.

"Saya dulunya adalah Batara Perkasa. Atas seizin kedua Guru Besar, saya menjadi keluarga besar Nur Harias, namun tetap tidak menghilangkan sejarah Batara Perkasa," demikian inti pesan yang disampaikan Bapak Jarkoni.

Keterangan tersebut juga disampaikan oleh Mas Hedi Saputra dari Nur Harias Cabang Ponorogo kepada warga Batara Perkasa. Pesan ini menjadi pengingat bahwa menjaga silaturahmi, menghormati guru, dan tidak melupakan asal-usul merupakan nilai luhur yang harus terus diwariskan kepada generasi penerus pencak silat.

Sejarah ini menjadi bukti bahwa perbedaan perguruan bukanlah penghalang untuk menjalin persaudaraan. Sebaliknya, dengan tetap menghormati guru, menjaga sejarah, dan menjunjung tinggi adab, hubungan baik akan terus terjalin demi kemajuan pencak silat Indonesia.

Komentar

Postingan populer dari blog ini

SELAYANG PANDANG BATARA PERKASA CIKAL BAKAL IPSNU PAGAR NUSA

  Sejarah berdirinya IPSNU PAGAR NUSA ini pada umumnya dilatarbelakangi oleh perasaan gelisah yang dirasakan oleh para ulama terutama perguruan pencak silat yang kala itu tidak ada suatu wadah yang menaungi perguruan pencak silat berakhidah ahlussunah wal jama'ah annadliyah yang jumlahnya tidak sedikit, jadi sangat disayangkan jika perguruan pencak silat di lingkungan NU kala itu tidak ada wadah tersendiri untuk bersatu dalam suatu wadah. Suatu ketika pendekar asal Ponorogo,Jawa Timur Yaitu  Drs. KH. Muhammad Nur Aziz  (guru besar Batara Perkasa) yang mempunyai gagasan untuk mendirikan sebuah wadah khusus perguruan pencak silat di kalangan NU,  Beliau terinspirasi dari organisasi Islam Muhammadiyah yang memiliki organisasi otonom yaitu Tapak Suci sedangkan Nahdlatul Ulama belum memiliki dikala itu. Lantas kemudian dari situlah Akhirnya  Drs. KH. Muhammad Nur Aziz menyampaikan gagasannya ke KH. Lamro Asyhari  Muridnya sendiri yang ada di Tebuireng J...

TEHNIK DAN MATERI BELADIRI BATARA PERKASA

TEHNIK DAN MATERI BELADIRI BATARA PERKASA     B atara Perkasa mengusung 4 aliran beladiri yaitu Ju-jitsu, Judo, Silat, Karate atau yang biasa disebut JUSIKA. Sifat dan karakteristik materi yang ada di Batara Perkasa terbentuk dari kombinasi beladiri asli indonesia yang mempunyai gaya seni dan keluwesan gerakan dengan beladiri yang tegas kuat dan teknik yang bervariasi asal jepang. Adopsi dari lintas budaya beladiri secara luas dalam komunitas seni beladiri ini dirangkum dalam sebuah materi atau kurikulum didalam Batara Perkasa sehingga dari sisi konsep ini diciptakan untuk melumpuhkan lawan baik tangan kosong atau menggunakan senjata.  Tehnik dalam Batara Perkasa dapat disesuaikan dengan kemampuan dan preferensi petarungnya. Masing-masing petarung didorong untuk mengkombinasikan tehnik untuk menciptakan gaya bertarung yang efektif dan melumpuhkan lawanya. Tehnik yang diajarkan dan dipakai dalam Batara Perkasa antara lain : - Teknik berdiri (Stand up):  Diambil dari K...

SEJARAH PERGURUAN BELADIRI BATARA PERKASA

Archived by Batara Perkasa PERGURUAN LEGENDARIS ASLI PONOROGO     S ejarah Berdirinya perguruan Beladiri Batara Perkasa Ponorogo,  Didirikan pada hari Jum'at Wage  24 Jumadil Awal 1386H bertepatan  tanggal 09 september 1966M  di area komplek masjid Kyai Ageng Besari, di desa Kertosari, Kecamatan Babadan,Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, didirikan oleh salah satu putra terbaik indonesia yang lahir di kota Ponorogo yaitu  Drs. KH. Muhammad Nur Aziz , beliau adalah salah satu pemuda terbaik Ponorogo yang mampu mengkolaborasikan dari berbagai aliran beladiri menjadi satu yang diberi nama JUSIKA ( Jujitsu,Judo,Silat,Karate ). Batara Perkasa sendiri dulunya dikenal sebagai nama Olah Kanuragan Batara Perkasa dirintis sejak  Drs. KH. Muhammad Nur Aziz masih kuliah di UIN Jogjakarta,sekitar tahun 1963an. Salah satu alasan didirikanya perguruan ini adalah keinginan dari pada pemuda masjid Kyai Ageng Besari untuk berlatih beladiri untuk melaw...