Langsung ke konten utama

Postingan

SEJARAH PERGURUAN BELADIRI BATARA PERKASA

Archived by Batara Perkasa PERGURUAN LEGENDARIS ASLI PONOROGO     S ejarah Berdirinya perguruan Beladiri Batara Perkasa Ponorogo,  Didirikan pada hari Jum'at Wage  24 Jumadil Awal 1386H bertepatan  tanggal 09 september 1966M  di area komplek masjid Kyai Ageng Besari, di desa Kertosari, Kecamatan Babadan,Kabupaten Ponorogo, Provinsi Jawa Timur, didirikan oleh salah satu putra terbaik indonesia yang lahir di kota Ponorogo yaitu  Drs. KH. Muhammad Nur Aziz , beliau adalah salah satu pemuda terbaik Ponorogo yang mampu mengkolaborasikan dari berbagai aliran beladiri menjadi satu yang diberi nama JUSIKA ( Jujitsu,Judo,Silat,Karate ). Batara Perkasa sendiri dulunya dikenal sebagai nama Olah Kanuragan Batara Perkasa dirintis sejak  Drs. KH. Muhammad Nur Aziz masih kuliah di UIN Jogjakarta,sekitar tahun 1963an. Salah satu alasan didirikanya perguruan ini adalah keinginan dari pada pemuda masjid Kyai Ageng Besari untuk berlatih beladiri untuk melaw...

TEHNIK DAN MATERI BELADIRI BATARA PERKASA

TEHNIK DAN MATERI BELADIRI BATARA PERKASA     B atara Perkasa mengusung 4 aliran beladiri yaitu Ju-jitsu, Judo, Silat, Karate atau yang biasa disebut JUSIKA. Sifat dan karakteristik materi yang ada di Batara Perkasa terbentuk dari kombinasi beladiri asli indonesia yang mempunyai gaya seni dan keluwesan gerakan dengan beladiri yang tegas kuat dan teknik yang bervariasi asal jepang. Adopsi dari lintas budaya beladiri secara luas dalam komunitas seni beladiri ini dirangkum dalam sebuah materi atau kurikulum didalam Batara Perkasa sehingga dari sisi konsep ini diciptakan untuk melumpuhkan lawan baik tangan kosong atau menggunakan senjata.  Tehnik dalam Batara Perkasa dapat disesuaikan dengan kemampuan dan preferensi petarungnya. Masing-masing petarung didorong untuk mengkombinasikan tehnik untuk menciptakan gaya bertarung yang efektif dan melumpuhkan lawanya. Tehnik yang diajarkan dan dipakai dalam Batara Perkasa antara lain : - Teknik berdiri (Stand up):  Diambil dari K...

BIOGRAFI DRS.KH MUHAMMAD NUR AZIZ GURU BESAR BATARA PERKASA

BIOGRAFI   DRS. KH. MUHAMMAD NUR AZIZ  Lahir di Ponorogo pada tanggal 31 Desember 1942, Beliau lahir dari pasangan suami istri Bapak KH. ABDUL AZIZ  dan Ibu  SUJIATI , Beliau merupakan putra ke 3, Adapun saudara kandungnya adalah Bapak  MAHFUD AZIZ  anak pertama, Dan Bapak  DASUKI AZIZ  anak ke dua. PENDIDIKAN UMUM YANG BELIAU JALANI MULAI DARI: • SD NEGERI PATIHAN WETAN  • SMP DI PONOROGO • SMA DI YOGYAKARTA Perguruan tinggi di  UII (UNIVERSITAS ISLAM INDONESIA)   YOGYAKARTA sampai sarjana muda. PENDIDIKAN AGAMA YANG BELIAU JALANI: Beliau belajar membaca Al-Qur'an (NGAJI) Khatam pertama kali kepada Mbah Kyai  MOCH. SAHAR  (  Ayahanda Bapak  KH. MASRURI SAHAR   ) Sesepuh Masjid Kyai Ageng Besari   Kertosari. Belajar ilmu agama khususnya Fiqih Islam, Tafsir Al Qur'an dan Hadits kepada  KH. MUHAYAT SYAH  Pengasuh  PONPES HASYIM ASY’ARI  Banyudono dan kepada  KYAI ALI AI...

FAKTA RAHASIA & MANFAAT SUJUD BAGI KESEHATAN

Rahasia Sujud Ketika Selesai Prosesi Berdo'a pada Saat Latihan Batara Perkasa  1. Sujud ketika selesai prosesi berdo'a  melibatkan beberapa anggota badan yang bertumpu pada bumi: • Dahi, • Kedua tangan,  • Lutut, dan • kedua ujung kaki 2. Sujud adalah konsep: ✓ Merendahkan diri, ✓ Memuji Allah SWT, dan  ✓ Memohon segala macam hajat kepada Allah swt. 3. Sekaligus, mengikis sifat tercela:  • Riya,   • Sombong,   • Ujub,   • Takabur dan lain-lain. 4. Dr Fidelma O'Leary, Phd Neuroscience dari St Edward's University telah peluk Islam selepas mendapati fakta tentang manfaat sujud bagi kesehatan. 5. Dalam kajiannya, ditemukan bahawa ada beberapa urat saraf di dalam otak manusia yang tidak dimasuki darah dan urat ini hanya dimasuki darah ketika manusia bersujud. (lebih lama setelah Solat Subuh). 6. Tetapi urat saraf ini hanya memerlukan darah untuk beberapa saat tertentu saja, terutama pada waktu solat yang telah ditetapkan ...

MENDO'AKAN GURU MERUPAKAN BAGIAN ADAB MURID KEPADA GURU

Salah satu adab murid kepada guru adalah selalu mendoakan kebaikan untuk guru dan keluarganya. Mendo'akan kebaikan dunia dan akhirat, Kebaikan juga untuk istri dan putra putri guru,Terutama berdo'a agar ilmu yang diberikan menjadi ilmu yang manfaat,Ilmu yang berkah. Begitulah para ulama dahulu yang selalu mendo'akan orang yang telah berjasa baik padanya dalam hal ilmu. Mendoakan kebaikan untuk guru. Sebab mereka sangat mencintai dan menghormati gurunya. Abu Bakar bin Khalad berkata, أَنَا أَدْعُو اللهَ فِي دُبُرِ صَلاَتِي لِلشَّافِعِي “Aku selalu berdo’a pada Allah di akhir shalatku untuk Syafi’i.” (Disebutkan oleh Imam Adz Dzahabi dalam Siyar A’lam An-Nubala’, 10: 20). Setiap kebaikan orang lain hendaklah kita balas. Apalagi kebaikan ilmu yang diberikan. Meskipun memang mustahil membalasnya karena ilmu adalah jasa yang tidak ternilai. Bisa jadi hanya dengan tidak terputus selama selalu mendo'akan guru sebagai satu satunya cara kita berterimakasih,termasuk pula kita hen...

PERGURUAN BELADIRI BATARA PERKASA KEMBALI GELAR EVENT BATARA CUP VI

Perguruan Beladiri Batara Perkasa Kembali Gelar Event BATARA CUP VI Perguruan Beladiri Batara Perkasa Ponorogo akan kembali menggelar event BATARA CUP VI Tahun 2025’. Event ini akan berlangsung september 2025 mendatang. Ada tiga kategori yang diperebutkan, yaitu kategori seni,solo kreatif dan tanding. Sekjend. Pimpinan Pusat Batara Perkasa Ponorogo, Anggoro,S.Kom. mengatakan, event Batara Cup 2025 terbuka untuk perguruan beladiri batara perkasa di seluruh indonesia dan PSNU Pagar Nusa Ponorogo. "Harapanya dalam event ini akan menciptakan atlet-atlet yang berprestasi sehingga mampu membanggakan keluarga, organisasi dan juga instansi," ujarnya, Kamis (05/02/2025). Secara khusus Anggoro,S.Kom. (sekjend) meminta para pendekar Batara Perkasa menjunjung tinggi nilai-nilai sportivitas. Ia juga berharap para pendekar Batara Perkasa mengedepankan sikap tawadhu dan tasamuh dalam menyikapi segala perbedaan antar perguruan silat. “Pesilat Batara Perkasa adalah pesilat berpre...

VAJRASANA

Barang siapa yang duduk dengan asana ini, merasa teguh dan kuat. Mereka tak mudah dapat digoyangkan. Lututnya tetap kuat sekali. Meru Danda (tulang punggung) menjadi kuat dan tidak bergoyang.Asana ini selalu dilakukan oleh siswa perguruan beladiri batara perkasa pada saat berdo'a sebelum dan sesudah latihan.Asana ini kurang lebih seperti duduk Nima seperti cara orang Muslim duduk. CARANYA Letakkan kedua telapak kaki dipantat, yaitu letakkan kedua paha diatas dua kaki, lalu injakkan dilantai. Seluruh berat badan dipikul oleh lutut dan kaki dibawah pantat. Betis harus mengenai paha, dan bagian kaki dari jari sampai lutut harus mengenai ugel-ugelan. Pada permulaan, tentu terasa sedikit sakit dilutut dan ugel-ugelan, tapi rasa ini lambat laun hilang sesudah berlatih perlahan-lahan. Tempat yang sakit boleh dipijat dengan tangan. Juga boleh memakai sedikit Iodex atau Amrutanjan untuk menggosok. Sesudah menetapkan kaki dan lutut, kedua tangan ditarik lurus diatas lutut. Lutut harus di-dek...

JANGAN MAIN-MAIN DENGAN JANJI PRASETYA / SUMPAH

--- Dalam Perguruan Bela Diri Batara Perkasa, kita telah mengenal adanya janji prasetya atau sumpah yang diikrarkan oleh para anggota. Prosesi ini bukan hanya simbol kehormatan, bukan pula sekadar tradisi seremonial yang kita lakukan dari waktu ke waktu. Banyak yang mungkin belum memahami bahwa janji prasetya atau sumpah yang diucapkan seorang anggota merupakan komitmen besar, bukan hanya kepada perguruan—tetapi juga di hadapan Allah SWT. Dalam Islam, sumpah adalah perkara serius yang membawa konsekuensi akhlak, moral, dan tanggung jawab akhirat. Karena itu, setiap anggota Batara Perkasa perlu memahami bahwa janji prasetya bukan permainan. Ia adalah amanah yang harus dijaga, ditepati, dan dihormati. --- A. HAKIKAT JANJI PRASETYA DAN SUMPAH  Janji prasetya yang diucapkan seorang pesilat atau warga perguruan pada dasarnya adalah: ✔ Komitmen untuk menjaga kehormatan perguruan ✔ Kesanggupan menjalankan nilai-nilai kedisiplinan dan kejujuran ✔ Tanggung jawab menjaga nama bai...

PENTINGNYA MEMPELAJARI BELADIRI DAN GULAT MENURUT SUNAH NABI

  P entingnya Mempelajari Bela Diri dan Gulat Menurut Sunnah Nabi بسم الله الرحمن الرحيم  Tidak seorang pun dapat menyangkal atau bahkan mengabaikan pentingnya melindungi diri sendiri dan menjaga orang-orang yang Anda cintai dari bahaya fisik kapan saja di jalan, di pasar, di transportasi, atau bahkan saat Anda sedang bersantai di taman. Akan lebih baik jika Anda tahu cara membela diri dan tidak perlu melakukannya daripada harus membela diri tetapi tidak tahu caranya. Dalam artikel ini, kita akan mempelajari gulat dan pergulatan sebagai seni bela diri yang dipraktikkan oleh Nabi (ﷺ) dan para sahabatnya, serta pentingnya gulat bagi keberanian dan kejantanan seseorang. Saat ini seni bela diri Batara Perkasa telah diakui sebagai seni bela diri praktis yang paling efektif.  Sebagian dari efektivitasnya berasal dari fakta bahwa seni ini merupakan campuran dari aliran beladiri jepang dan nusantara yaitu, dan Jujitsu,Judo, Silat bebas mataram, Karate dimana dalam Jujitsu dan Jud...

BUKAN KEKERASAN, INI MANFAAT AJARKAN ANAK BELADIRI

“Sebagian besar orang tua ragu saat anaknya ingin berlatih bela diri. Pasalnya, bela diri memang erat kaitannya dengan gerakan berbahaya. Namun, ternyata banyak sekali manfaat yang bisa diperoleh anak dari seni bela diri lo! Simak informasi selengkapnya.” Bukan Kekerasan, Ini Manfaat Ajarkan Anak Bela Diri Seni bela diri adalah latihan kebugaran yang berasal dari Asia. Dahulu, praktik bela diri bertujuan untuk melatih seseorang agar mampu membela diri saat dalam situasi bahaya. Saat ini banyak orang yang melakukan bela diri hanya untuk sekedar membangun kekuatan fisik dan mental. Karena dimaksudkan untuk membela diri, latihannya identik dengan gerakan-gerakan yang berbahaya dan membahayakan. Hal ini sering membuat bela diri menjadi kegiatan yang sering dihindari dan dianggap tidak baik untuk anak-anak. Padahal, jika dilakukan dengan pengawasan dan teknik yang tepat, bela diri justru bermanfaat untuk tubuh.  Manfaat Mengajarkan Anak Bela Diri Tak hanya bagi fisik, bela diri juga dap...

FALSAFAH BATARA PERKASA

Falsafah Perguruan Beladiri Batara Perkasa “BENER ADEGE – JEJEG LAKUNE” Perguruan Beladiri Batara Perkasa berdiri di atas nilai luhur yang menjadi landasan sikap, perilaku, dan arah perjuangan organisasi. Nilai tersebut dirangkum dalam dua prinsip utama yang tak terpisahkan, yaitu Bener Adege dan Jejeg Lakune. BENER ADEGE Bener Adege bermakna benar dalam berdiri dan berpijak. Sebuah organisasi dinyatakan Bener Adege apabila berdiri dan dijalankan sesuai dengan prinsip demokrasi, memenuhi persyaratan yang telah ditentukan, serta berlandaskan hukum yang berlaku. Setiap aturan, keputusan, dan langkah organisasi harus mengacu pada ketentuan yang sah dan disepakati bersama. Apabila terjadi pelanggaran terhadap nilai, aturan, atau hukum yang telah ditetapkan, maka pada saat itulah organisasi tersebut telah keluar dari jalan Bener Adege. Dengan kata lain, Bener Adege adalah fondasi keabsahan, kejujuran, dan legitimasi organisasi. JEJEG LAKUNE Jejeg berarti tegak lurus. Laku bukan sekadar berj...

ARTI MAKNA LAMBANG BATARA PERKASA

    S etiap Perguruan Bela Diri pasti mempunyai Lambang dan Tanda Pengenal Perguruan yang bisebut Badge, yang umum dipasang pada seragam latihannya serta mempunyai Arti Tertentu. Demikian juga dengan Perguruan Beladiri BATARA PERKASA,yang juga memiliki Lambang/Badge Perguruan yang memilki kandungan arti sebagai berikut : •   Warna Bingkai Dasar Putih  Melambangkan Kesucian , artinya setiap siswa dan warga perguruan beladiri Batara Perkasa dimulai hati yang suci. • Warna Merah   Melambangkan Keberanian , artinya Perguruan Beladiri BATARA PERKASA menanamkan kepada siswa dan warga perguruan beladiri Batara Perkasa supaya memiliki jiwa pemberani untuk membela kebenaran Amar Ma'ruf Nahi Munkar. • Warna Hitam  Melambangkan Kekuatan , artinya Perguruan Beladiri BATARA PERKASA menanamkan kekuatan fisik lahiriyah dan bathiniyah kepada siswa dan warga. • Warna Hijau     Melambangkan Kedamaian , artinya Perguruan Beladiri BATARA PERKASA menanamkan kepada sis...

HISTORIGRAFI/SEJARAH BERDIRINYA LPS NU PAGAR NUSA

LATAR BELAKANG BERDIRINYA LEMBAGA PENCAK SILAT NU PAGAR NUSA . Pencak silat dikalangan warga NU dalam perkembangannya mengalami pasang dan surut. Pada masa yang silam, pencak silat dikalangan warga NU mengalami masa yang gemilang, menyatu dengan kehidupan dan kegiatannya. Bisa kita lihat beberapa hal. Antara lain sebagai berikut:  • Biasanya pondok pesantren adalah sebagai pusat kegiatannya pencak silat.Pondok pesantren sekaligus merupakan padepokan silat. • Kyai, Ulama pimpinan pondok pesantren melengkapi dirinya dengan ilmu pencak silat. khususnya aspek tenaga dalam/karomah dan aspek beladiri.  • Kyai sekaligus menjadi pendekar dan bahkan menjadi pendekar bangsa. Ilmunya diajarkan kepada segenap santri dan disebar luaskan oleh santri santrinya. Dalam perkembangannya sedikit-sedikit mengalami masa kepudarannya Keadaan tersebut bisa kita gambarkan sebagai berikut:  • Banyak pondok pesantren yang tidak ada kaitan pencak silat, khususnya pencak silat dalam aspek...

JEJAK SEJARAH: Berikut Pengurus IPSNU Pagar Nusa Cabang Ponorogo 1986–1989

  Menindaklanjuti surat pembentukan Ikatan Pencak Silat (IPS) Nahdlatul Ulama' (NU) Pagar Nusa di Cabang se Jawa Timur, Nomor: 009/IPS/V/86, tertanggal 20 Mei 1986. Maka Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama' (PCNU) Ponorogo melaksanakan pertemuan di kantor NU Ponorogo pada Senin, 20 Oktober 1986 yang dihadiri tokoh-tokoh NU. Selanjutnya, pada Sabtu, 08 November 1986 yang bertempat di kantor NU Ponorogo, maka dibentuklah Pengurus IPS NU Pagar Nusa Cabang Ponorogo. Berikut pengurus Ikatan Pencak Silat Nahdlatul Ulama' (IPS NU) Cabang Ponorogo periode 1986-1989: Dewan Kehormatan dan Pembina 1. Muspida Tingkat II Ponorogo 2. PC NU Ponorogo Dewan Penasehat 1. Kiai Djamhari, (Trisono, Babadan) 2. Kiai Isnandar, (Kradenan, Jetis) 3. Nur Aziz, (Kertosari, Babadan) Dewan Harian Ketua: 1. Samudji, (Jimbe, Jenangan) 2. Mukrim Abdullah, (Mangunan, Sampung) 3. Muhyiddin, (Sambit) Sekretaris: 1. M. Agus Syarifuddin, (Cokromenggalan) 2. Hamid Abidin, (Babadan) 3. Wahyudi Abdullah, (Kertosari, ...